Inilah suatu semboyan yang yang merasionalkan kehidupan manusia, yaitu HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID
ini mungkin biasa namun banyak orang yang beranggapan hidup mulia lebih nyaman
tapi seperti apa hidup itu bisa nyaman
Nabi Muhammad SAW bertutur tentang hal ini, apa itu hidup mulia, Ketika keimanan telah tertancap kuat di dalam dada, kehinaan, cemoohan, permusuhan, rayuan, godaan dan berbagai macam kesulitan yang dirasakan, tidak akan mampun merobohkannya. Dan saat itulah si pemilik Iman akan memperoleh kemuliaan. Rasululloh adalah orang yang mulia. Bahkan beliaulah orang termulia sepanjang zaman. Kemuliaan itu diperolehnya karena iman dan takwa yang teguh tertancap di dalam dada.
ini mungkin biasa namun banyak orang yang beranggapan hidup mulia lebih nyaman
tapi seperti apa hidup itu bisa nyaman
Nabi Muhammad SAW bertutur tentang hal ini, apa itu hidup mulia, Ketika keimanan telah tertancap kuat di dalam dada, kehinaan, cemoohan, permusuhan, rayuan, godaan dan berbagai macam kesulitan yang dirasakan, tidak akan mampun merobohkannya. Dan saat itulah si pemilik Iman akan memperoleh kemuliaan. Rasululloh adalah orang yang mulia. Bahkan beliaulah orang termulia sepanjang zaman. Kemuliaan itu diperolehnya karena iman dan takwa yang teguh tertancap di dalam dada.
Tak ada satu orangpun di dunia ini yang menginginkan menjalani hidup sengasara. Jika ditanya, semua pasti ingin kehidupan yang mulia. Walaupun, dengan keinginan yang besar itu, rata-rata dari tidak paham bagaimana cara mendapatkan kemuiaan hidup.
Secara kodrat, manusia sebenarnya telah diciptakan sebagai makhluk yang paling mulia. Coba pikirkan, sudah berapa makhluk di bumi ini yang telah punah akibat tidak bisa mempertahankan diri dari kekurangan. Manusia, selalu bisa, bahkan sampai saat inipun manusia bisa hidup karena kemuliaan yang ada pada dirinya.
Dia diberi akal pikiran sehingga bisa mengatasi segala masalah yang menghadang sehingga bisa selalu bertahan dalam situasi apapun. Kurang mulia seperti apa lagi?
Sayangnya, kemudian banyak orang yang lupa bahwa semua kemuliaan yang ada pada dirinya itu semata-mata dari Allah SWT. Kita manusia tidak puya sejengkal pun hak untuk menyombongkan diri. Bahkan ada juga yang lebih parah, yaitu mereka yang menganggap kemuliaan hanya dipandang dengan harta. Jadi, sepanjang hidupnya dia hanya mencari-cari harta, menumpuk-numpuknya dengan segunung harapan hidupnya akan mulia. Namun seanainya mereka tahu bahwa cara seperti itu benar-benar salah kaprah, mereka pasti akan menangis.
Kemuliaan sejatinya hanya dekat dengan Allah SWT. Tak ada seorangpun di dunia ini yang akan mampu membuat kita hina sepanjang Allah SWT menjaga kia tetap mulia. Sebaliknya, meskipun seisi dunia mengagung-agungkan kita, jika Allah SWT manila kita hina, tak akan ada yang patut kita banggakan dari diri kita.
Peras keringat, banting tulang setiap hari untuk memperoleh harta semata tanpa dilandasi dengan ibadah dan selalu mengingat-Nya adalah hal paling hina yang bisa dilakukan oleh manusia. Dia lupa bahwa di akhir dunia ini masih ada tempat yang siap menampung kita selama-lamanya. Kehidupan kekal yang akan kita hadapi tanpa ujung itu pantaskah hanya kita siapkan sedikit saja. Kemuliaan disana tak akan pernah berakhir, jadi cobalah berpikir lebih pilihkah kita mulia di hadapan orang-orang di dunia ini tetapi hina selama-lamanya di akherat?
Yang paling indah adalah meraih kemuliaan di dunia dan akherat. Hal ini seperti yang telah dijanjikan Allah SWT, bahwa setiap yang kita niatkan untuk ibadah, maka dampaknya bukan hanya untuk akherat melainkan juga dunia. Tetapi jika segala niat kita curahkan pada dunia, maka hanya dunia lah yang akan kita dapat.
MATI SYAHID
MATI SYAHID
yah inilah kematian yang pasti semua umat menginginkannya, kematian yang membawa berkah, dan Allah telah menerangkanya
Orang-orang yang termasuk golongan yang meninggal dalam keadaan syahid telah dijelaskan dalam dalam Al-Quran dan hadis, adalah sebagai berikut:
| “ | "Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki;
(Dan juga) mereka bersukacita dengan kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka, dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.
Mereka bergembira dengan balasan nikmat dari Allah dan limpah kurniaNya; dan (ingatlah), bahawa Allah tidak menghilangkan pahala orang-orang yang beriman. (Surah Ali ‘Imran:169-171)
| ” |
Adapun hadis-hadis Rasulullah s.a.w yang berkenaan dengan masalah golongan yang meninggal dalam keadaan syahid banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah bersabda:
| “ | "Barangsiapa yang terbunuh kerana membela hartanya, maka ia syahid. Terbunuh kerana membela agamanya, maka ia syahid. Terbunuh kerana membela dirinya, ia syahid. Dan terbunuh kerana membela keluarganya, ia syahid." (Hadis Riwayat Ahmad(1565), Tirmidzi(1341), An Nasa’I(4026), Abu Daud(4142)) | ” |
2. Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah bersabda:
| “ | "Apa menurut kalian tentang orang yang mati syahid?" Mereka menjawab: "Wahai Rasulullah, mati syahid adalah buat mereka yang dibunuh fisabilillah." Rasulullah bersabda: "Jika demikian saja, maka syuhada umatku sedikit." Mereka bertanya: "Lalu, siapa mereka Ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab: "Barangsiapa dibunuh dijalan Allah itulah Syahid, dan barangsiapa mati fisabilillah itulah syahid, yang mati kerana thaun (sejenis penyakit lepra) maka dia syahid, dan siapa yang mati kerana sakit perut dia syahid." (Hadis Riwayat Muslim(3539)) dari keterangan tadi pasti semua umat menginginkan kedua, hidup mulia di dunia maupun di akhirat serta mati dalam keadaan mati syahid semoga kita dapat keduannya Amiin Amiin Amiin |
Comments
Post a Comment