Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2013

AKU HANYA SEORANG PECUNDANG

   Sejak kapan sibisu mampu berbicara? meski untuk dirinya sendiri dengan suara yang keluar dari kedua katup bibirnya? Sejak kapan sibuta bisa memandang dirinya sendiri yang tengah menangis dihadapan cermin? Atau tertawa bahkan hanya ingin melihat mimik parasnya ketika terdiam? Aku bukan sibisu yang meminta untuk bisa bernyanyi pada sang Pencipta Alam. Aku tidak selayaknya seorang buta yang meminta diperbolehkan memandang suasana pagi di alam pegunungan. Aku hanya pejalan kaki yang tak bisa berlari, untuk mencapai tujuanku, langkah demi langkah harus kunikmati. Inilah ganjaran dari sebab atau jenis lain pada jalur yang harus dilalui untuk menemukan akibat. Tak ada orang lain selain aku, Karena disanalah jalan hidupku. Tak perlu kuuraikan kembali bagaimana caraku menerangkan jika ‘ hujan akan turun ’ Mungkin ia telah melihat ucapanku dari mata orang lain, disana tak bisa terlihat. Ya.., tentu tak kan terlihat Karena aku membuatnya hanya untuk dua mata lain selain kedua bola mat...

AKU BUKAN SEORANG YANG PUITIS

Aku Bukan Orang Yang Puitis Aku Orang Kasar Dalam Kedok Seorang Puitis Apa Yang Ku Tau Tentang Cinta……. Persahabatan, Sayang………. Dan Apa Yang Ku Mengerti Tentang Dendam Benci…… Dan Keterpurukan……… Aku Hanya Berhayal Dan Menulisnya Tak Jarang Puisiku Tak Logis Karna Memang Aku Bukan Seorang Yang Puitis Karna Khayalan Semua Bisa Terjadi Seperti Ku Kini Yang Tak Sanggup Menulis Puisi Kini Sanggup Tuk Mengerti Apa Itu Dan Dimana Harus Ada Puisi

MATI

.. saat semua lelah mulai menyapa, .. pada akhirny tak ada tempat terindah untuk kembali selain hanya padaNYA, .. akan kemana lagi jalan kita selain menjemput kematian...

DIAM ITU PENYELAMAT LISAN

Terkadang orang sering lalai dengan apa yang telah diperbuat, baik itu baik atau buruk termasuk juga lisan, ada yang " bilang hancurnya orang itu dikarenakan lisannya " nah sekarang telah banyak orang yang lalai dengan omongannya yang kadang dapt membuat orang tersakiti atau hal hal yang bersifat negatif pokonya. Disini saya cuma mengingatkan tentang bahayany lisan bila tak dijaga. Perhatikanlah, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus dalam jurang kebinasaan. Lihatlah hadits Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  berikut ketika berbicara dengan Mu’adz bin Jabal  radhiyallahu ‘anhu , أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ. قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ  كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ  ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ....

HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID

I nilah suatu semboyan yang yang merasionalkan kehidupan manusia, yaitu HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID  ini mungkin biasa namun banyak orang yang beranggapan hidup mulia lebih nyaman tapi seperti apa hidup itu bisa nyaman Nabi Muhammad SAW bertutur tentang hal ini, apa itu hidup mulia, Ketika keimanan telah tertancap kuat di dalam dada, kehinaan, cemoohan, permusuhan, rayuan, godaan dan berbagai macam kesulitan yang dirasakan, tidak akan mampun merobohkannya. Dan saat itulah si pemilik Iman akan memperoleh kemuliaan. Rasululloh adalah orang yang mulia. Bahkan beliaulah orang termulia sepanjang zaman. Kemuliaan itu diperolehnya karena iman dan takwa yang teguh tertancap di dalam dada.  Tak ada satu orangpun di dunia ini yang menginginkan menjalani hidup sengasara. Jika ditanya, semua pasti ingin kehidupan yang mulia. Walaupun, dengan keinginan yang besar itu, rata-rata dari tidak paham bagaimana cara mendapatkan kemuiaan hidup. Secara kodrat, manusia sebenarnya telah dic...

TRUE

Believe in yourself! Have faith in your abilities! Without a humble but reasonable confidence in your own powers you cannot be successful or happy.