Sejak kapan sibisu mampu berbicara? meski untuk dirinya sendiri dengan suara yang keluar dari kedua katup bibirnya? Sejak kapan sibuta bisa memandang dirinya sendiri yang tengah menangis dihadapan cermin? Atau tertawa bahkan hanya ingin melihat mimik parasnya ketika terdiam? Aku bukan sibisu yang meminta untuk bisa bernyanyi pada sang Pencipta Alam. Aku tidak selayaknya seorang buta yang meminta diperbolehkan memandang suasana pagi di alam pegunungan. Aku hanya pejalan kaki yang tak bisa berlari, untuk mencapai tujuanku, langkah demi langkah harus kunikmati. Inilah ganjaran dari sebab atau jenis lain pada jalur yang harus dilalui untuk menemukan akibat. Tak ada orang lain selain aku, Karena disanalah jalan hidupku. Tak perlu kuuraikan kembali bagaimana caraku menerangkan jika ‘ hujan akan turun ’ Mungkin ia telah melihat ucapanku dari mata orang lain, disana tak bisa terlihat. Ya.., tentu tak kan terlihat Karena aku membuatnya hanya untuk dua mata lain selain kedua bola mat...