Skip to main content

DIAM ITU PENYELAMAT LISAN

Terkadang orang sering lalai dengan apa yang telah diperbuat, baik itu baik atau buruk termasuk juga lisan, ada yang " bilang hancurnya orang itu dikarenakan lisannya " nah sekarang telah banyak orang yang lalai dengan omongannya yang kadang dapt membuat orang tersakiti atau hal hal yang bersifat negatif pokonya.
Disini saya cuma mengingatkan tentang bahayany lisan bila tak dijaga.

Perhatikanlah, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus dalam jurang kebinasaan.
Lihatlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ketika berbicara dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,
أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ. قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ  كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ  ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ.
“Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?”Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih)
Hendaklah seseorang berpikir dulu sebelum berbicara. Siapa tahu karena lisannya, dia akan dilempar ke neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِى بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِى النَّارِ
Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya.” (HR. Tirmidzi no. 2314. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لاَ يُلْقِى لَهَا بَالاً يَهْوِى بِهَا فِى جَهَنَّمَ
Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam.” (HR. Bukhari no. 6478)
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ مَا فِيهَا يَهْوِى بِهَا فِى النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim no. 2988)
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim (18/117) tatkala menjelaskan hadits ini mengatakan, “Ini semua merupakan dalil yang mendorong setiap orang agar selalu menjaga lisannya sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.” (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47). Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, merenungkan apa yang akan ia ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.”
Dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Tidak ada perkataan yang bersifat pertengahan antara bicara dan diam. Yang ada, suatu ucapan boleh jadi adalah kebaikan sehingga kita pun diperintahkan untuk mengatakannya. Boleh jadi suatu ucapan mengandung kejelekan sehingga kita diperintahkan untuk diam.”
Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia. Tidak ada di muka bumi yang lebih berhak untuk dipenjara dalam waktu yang lama daripada lisan.” (Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)
Ibnul Mubarok ditanya mengenai nasehat Luqman pada anaknya, lantas beliau berkata, “Jika berkata (dalam kebaikan) adalah perak, maka diam (dari berkata yang mengandung maksiat) adalah emas.” (Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam)
Diam itu lebih baik daripada berbicara sia-sia bahkan mencela atau mencemooh yang mengandung maksiat.
Itulah manusia, ia menganggap perkataannya tidak berdampak apa-apa, namun di sisi Allah bisa jadi perkara besar. Allah Ta’ala berfirman,
وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
Kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” (QS. An Nur: 15). DalamTafsir Al Jalalain dikatakan bahwa orang-orang biasa menganggap perkara ini ringan. Namun, di sisi Allah perkara ini dosanya amatlah besar.

Wallahu waliyyut taufiq.

Comments

Popular posts from this blog

BELAJAR TAK HANYA VISUAL DAN OUTDOOR AJA MEN

Assalamu'alaikum Wr Wb Hari ini tepat pada hari rabu tanggal 19 bulan februari taon 2014 disekolah DU 2 (soory late post :3), ane ngemban ilmu dan mempresentasikan tentang minat belajar siswa. Ya ane juga siswa namun juga berbasis santri, tapi dalam kontak presentasi pelajaranminat belajar siswa Cuma ane sebutin meliputi ontak visual sama out door, nah di post ini ane mau ngelanjutin yang kurang tentang belajar ? ya meskipun uda pada tau apa itu belajar, tapi jabarin seputar belajar dipondok yang ane dapet, oke mulai.. Di indonesia ini ni negara tercinta tingakt belajarnya anak menurun drastis, kenapa ? padahal kan juga fasilitas lengkap jaman uda modern kayak gini. Ingat lagi bahwasannya fasilitas nggak akan menjamin tigkat belajar siswa, karena itu mah tergantung anaknya sendiri, tapi ane nggak bahas sekolah indonesia atau siswanya yang kayak gitu ane yakin siswa indonesia pinter semua, ane mau bahas pembelajaran outdoor seputar pondok, ane uda mondok 4 tahun lamanya ya insya...

BERSYUKUR ATAS UJIAN

assalamu'alaikum wr.wb oke, ana disini mau ngepost sebuah cerita motivasi hidup yang insyaAllah bisa manfaat dan bisa buat akhi ukhti semua selalu tersenyum, dan ane akan membhas tntang hidup. ya lagi lagi hidup, ana uda 2 kali bhas tetang hidup, ana bhas hidup karena banyak masalah tetang lika liku kehidupan yag bahwasannya kita ngak tau belakangnya dari setiap lika liku hidup tersebut. setiap hidup pasti ada ujian, dan tiap hari ujian itupun akan semakin berat, nmun apa kita tau dibalik itu ada apa ? ya bahwasaanya dibalik itu terkandung sebuah makna yang tak ternilai harganya. banyak orang yang emosi akan hidupnya yang menganggap Allah itu tak adil, dan tetap merasa kurang atas pemberian yang ciberikan oleh Allah. \ orang tak menyadar bahwasanya setiap ujian adalah sebuahkenikmatan tersendiri untuk bagian hidup, karena bila tak ada ujian maka oran tak akan berpikir untuk dewasa, da juga ingat bahwasaaya Allah tak akan memberi ujian diluar batas kemamuan hambanya. disamping it...

YA SAYYIDI YAA RASULULLAH

Ia lah satu-satunya orang yang dijunjung tinggi dan dimintai syafa’atnya sebagai penolong diakhirat nanti.. yaa sayyidi ya rasulullah Ia juga seorang yang sangat sabar dan tanpa pamrih untuk melakukan kebaikan.. ya sayyidi ya rasulullah Ia juga seorang yang sangat mengkhawatirkan umatnya, karena keburukan yang diperbuat.. ya sayyidi ya rasulullah Ia jugalah guru semua umat, kisah perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku kehidupan .. ya sayyidi ya rasulullah lalu, Ia juga lah yang akan membimbing kita ke jalan Syurga jika kita mau bersholawat atasnya dan selalu meminta syafa’atnya untuk bekal akhirat kelak.. ya sayyidi ya rasulullah dan tak lupa juga, Ia lah orang yang mempunyai nama yang rangkaian setiap huruf memiliki makna luas dalam mewakili hidup ini.. ya sayyidi ya rasulullah .. Nabiyyuna Muhammad Shollallahu’alaihi wasallam